Latest News

Vacancies in Executive Search
16/01/2012

  Executive Search industry is growing rapidly in the last few years, yet the talent war is getting more and more nowadays. People Search Indonesia, as part of this industry is committed to provide  [ ... ]


Other News
Talent Lokal VS Talent Asing

Talent Lokal VS Talent Asing

by Taufik Arief Hasibuan

 

Keberadaan talent asing di negara kita adalah sebuah konsekusensi dari “open economy” yang kita anut dan juga globalisasi perekonomian dunia. Tidak hanya di Indonesia, arus perputaran tenaga kerja antar negara sudah menjadi keniscayaan  di dalam dunia business saat ini. Satu hal yang menjadi perhatian adalah “impact” dari tenaga kerja asing ini pada dunia tenaga kerja (talent market) di negara kita. Mengapa kita membutuhkan mereka?  apakah mereka membawa benefit bagi pembangunan bangsa kita melalui knowledge transfer mereka? Apakah mereka menjadi ancaman bagi talent lokal ?

Memang, ada beberapa hal yang mengundang keberadaan talent asing tersebut. Pertama, tentunya diakibatkan oleh “supply-demand”, kecukupan talent lokal dalam beberapa industry tertentu (seperti: IT, telekomunikasi, dll) dirasakan tidak cukup, sehingga tidak ada pilihan, selain meng-”import” talent - talent tsb. Kedua, adalah dalam rangka, corporate talent management, ini terjadi kebanyakan pada multinational company, dimana top talents mereka memang di-rotasi dari satu negara ke negara lain, umumnya juga terjadi pada posisi yang tinggi (C-level/direktur/CEO). Alasan ketiga yang kami observasi adalah karena tingkat rendahnya kepercayaan kepada talent lokal, yang cukup aneh justru terjadi di beberapa perusahaan lokal . Keempat, tentu nantinya di akibatkan oleh free trade zone, seperti ASEAN dan berbagai komitment pemerintak baik bilateral/multilateral.

Mungkin beberapa pertanyaan berikutya adalah, apa yang akan terjadi dengan talent lokal kita dan bagaimana tingkat kompetisinya? Dalam pembicaraan kami dengan beberapa klien kami, terutama perusahaan asing, kebanyakan dari mereka justru lebih cenderung merekrut talent lokal, sedemikian kamipun menganjurkan hal yang sama. Saya melihat ada beberapa alasan dimana merekrut talent lokal lebih menguntungkan. Pertama, talent lokal memiliki “local knowledge” yang lebih baik, seorang HR Director lokal, akan lebih memahami labor law, income-tax law, kondisi salary market di lokal. Kedua, talent lokal, memiliki “local network” yang lebih dalam dan luas, seorang CFO tentunya lebih banyak mengenal local banker, tax consultant, tax officer, auditor dll, dimana network ini akan memudahkan pekerjaannya. Tentunya, yang ketiga talent local akan lebih efisien dalam pembayaran tunjangannya. Talent asing, secara umum, akan membutuhkan tunjangan biaya relokasi, sewa rumah/apartment, tuition fee untuk anak-anak mereka, biaya pemerosesan KITAS dll. Talent lokal tidak membutuhkan pengeluaran perusahaan diatas, meskipun kalau dari sisi gaji, bisa jadi gaji talent lokal lebih tinggi dari pada talent asing.

Lebih lanjut, mungkin kita harus menelaah, seberapa kompetitif talent lokal kita. Saya pribadi meyakini bahwa talent Indonesia, khususnya memang yang “top talents” tidak kalah dibandingkan dengan talent dari negara manapun. Namun, secara umum (populasi talent negara kita), masih dirasakan kurang. Itu yang menyebabkan “short of talents” terutama untuk menutupi kebutuhan SDM di perusahaan-perusahaan asing yang membutuhkan talent-talent berkualitas tinggi. kompetensi tehnis yang bertaraf international masih dirasakan kurang, dimana belum banyak talent Indonesia yang mengambil sertifikasi international, seperti katakanlah CPA, CMA dll. Kompetensi umum dan soft skill yang mencakup basic management skill, komunikasi, kepemimpinan, dll masih jauh dari cukup. Kemampuan berkomunikasi, khususnya dalam berbahasa Inggris masih jauh dari cukup. Kemampuan bekerja-sama dalam tim juga kami soroti masih perlu perbaikan. Dan satu hal penting yang saya lihat adalah spirit berkompetisi dan winning spirit talent kita yang masih jauh dari harapan. Keinginan untuk mengenali dan mencapai potensi diri harus ditingkatkan  (dan dididik sejak usia dini). Kemampuan mem-”benchmark” diri kita dengan “peers” kita baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah satu prasyarat untuk memenangkan kompetisi dengan talent asing dimanapun berada. Bersaing secara sehat, harus menjadi sebuah kebiasaan bagi talents kita, yang berfokus pada peningkatan kompetensi pribadi ybs. Perlu diingat, talent Indonesia-pun bisa menjadi talent asing di negara lain, dan bisa menggarap pasar tenaga kerja regional pula.

Akhirnya persaingan “talents” antar negara atau bangsa, tidak akan terelakkan, baik itu secara kebutuhan business atau konsesus politik sebuah negara. Kompetensi dan spirit berkompetisi harus dibangun, melalui proses pendidikan yang benar di negara kita. Semoga talent kita mampu memenangkan persaingan tenaga kerja dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik, Amien YRA.

Taufik Arief adalah seorang entrepreneur dan professional recruiter di regional ASIA, tinggal dan bekerja di Jakarta.